Upacara Penguburan Orang Mati

Stasi St. Arnoldus Janssen melalui rumpun pewartaan menyelenggarakan pelatihan upacara penguburan orang mati di Aula Donatus Djagom Wolowona. Pelatihan penguburan merupakan satu dari beberapa program kerja seksi liturgi yang bernaung dalam rumpun pewartaan.

“Kegiatan ini untuk memberdayakan umat dalam proses penguburan orang mati”, ungkap Paul Sani selaku yang menangani rumpun pewartaan stasi.

Pelatihan melibatkan semua seksi pewartaan di setiap KUB. Pelatihan berlangsung selama 2 hari (4-5 Februari 2024) dengan mempedomani panduan upacara penguburan yang diedarkan Paroki St. Martinus Roworeke.

“Banyak sekali keluhan-keluhan para imam, mulai dari misa sampai upacara penguburan itu dilakukan oleh imam. Maka kami berinisiatif untuk memberdayakan umat. Sehingga pelatihan ini dimasukan sebagai program kerja pewartaan khusus seksi liturgi saat pleno di tingkat stasi”, lanjut Paul Sani.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh seksi-seksi yang bernaung di bawah rumpun pewartaan. Selanjutnya peserta disebar ke dalam kelompok-kelompok untuk berlatih secara keseluruhan, sharing serta diakhiri dengan misa perutusan.

“Semua peserta yang hadir diharapkan seusai pelatihan dapat bertugas melayani upacara atau ibadah penguburan. Sehingga semua wajib bertanggung jawab. Menariknya bahwa peserta yang hadir adalah utusan tiap KUB, sudah tentu ke depan tiap KUB memiliki petugas khusus upacara penguburan”, ungkap RD. Yetra Koten di sela-sela pendampingannya kepada adik-adik sekami.

Lanjutnya, “menurut saya luar biasa partisipasi peserta dalam pelatihan. Mereka meminta untuk mempraktekan langsung. Lalu ada pertanyaan-pertanyaan selama proses pelatihan, bahkan seusai kegiatan ada yang masih bertanya. Antusiasme mereka sangat baik. Ke depannya, kita berupaya program ini dimungkinkan dilaksanakan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *